20 cara terbaik mempercepat Windows 7
Apakah komputermu terasa lambat? Buat boot
saja butuh waktu bermenit-menit. Sudah begitu, ketika kamu buka beberapa
program bersamaan, komputer makin lambat. Berpindah aplikasi saja bikin kamu
menunggu sampai mengantuk.
Apakah kamu perhatikan kalau lambatnya komputer itu tidak terasa ketika
sistem operasi baru saja diinstal? Sesaat setelah diinstal, komputer
terasa gesit, cepat untuk membuka aplikasi, dan sigap ketika dipakai bekerja
maupun banyak program yang dijalankan berbarengan.
Lambatnya komputer diakibatkan beberapa hal. Contohnya nih, hal yang bikin boot
berjalan lambat adalah banyaknya program yang dijalankan pada saat komputer
dinyalakan. Program-program tersebut masuk ke dalam Start-up Windows.
Aplikasi yang dijalankan pada saat komputer dijalankan akan berada di “latar
belakang” alias jalan tanpa ada jendela program. Semua program yang sedang
berjalan butuh memori. Nah, karena banyak program yang jalan meski jendelanya
tak tampak, komputer pun melambat.
Itu baru sekedar ringkasan. Berikut ini adalah beberapa tip yang bisa kamu
jalankan agar Windows 7 bisa melaju dengan kencang.
1. Catat!
Untuk meningkatkan kinerja komputer, kita memang perlu mengorbankan beberapa
service atau fitur-fitur. Siapa yg tahu service atau fitur-fitur berguna
kemudian hari? Karena itu, bijaksanalah dalam meningkatkan kinerja komputer.
Tipsnya adalah: catat! Ya, rekam setiap perubahan yg Sahabat lakukan.
Tujuannya adalah agar sewaktu-waktu Sahabat ingin mengembalikan aturan ke
posisi semula, Sahabat tak perlu bingung mengingat-ingat.
2. Kalau Bisa 2, Kenapa 1?
Pengguna Windows 7 yang komputernya berprosesor banyak core mengatur agar semua
core dipakai pada saat Windows boot. Niscaya, boot akan lebih cepat ketimbang
hanya satu core yang dipakai.
[1] Buka System Configuration dengan mengklik
“Start” lalu
ketik
“msconfig” lalu tekan
“Enter“ pada
keyboard.
[2] Di kotak System Configuration, masuk ke tab
“Boot“
kemudian pilih sistem operasi
“Windows 7“ dan klik tombol
“Advanced
Options“ sehingga muncul kotak
“Boot Advance Option“.
Agar Windows memakai lebih dari 1 core pada saat boot, beri centang pada Number
of processor. Kemudian, pilih jumlah prosesor.
3. Buang yang Tak Terpakai
Banyak aplikasi yg dijalankan pada saat Windows mulai dijalankan. Aplikasi
tersebut selanjutnya akan berjalan terus tanpa kita tahu. Inilah salah satu
faktor yg membuat komputer jadi lelet. Makanya, kita harus memilih aplikasi yg
boleh jalan pada saat Windows boot.
[1] Masuk ke
“System Configuration” klik
“Start”, ketik
“msconfig” lalu tekan
“Enter” pada keyboard.
[2] Masuk ke tab
“Startup”. Disini sahabat bisa memilih
aplikasi yg akan dijalankan dan yg tidak perlu dijalankan. Untuk menonaktifkan
aplikasi, hilangkan tanda centang.
Dari pengalaman penulis, aplikasi yang perlu dijalankan sejak Windows menyala
adalah antivirus, aplikasi-aplikasi untuk
“pointing driver” yg
dipakai untuk mengenali hardware. Aplikasi lainnya boleh tidak berjalan.
4. Stop Service
Windows 7 juga memiliki banyak services yang tidak diperlukan oleh pengguna
biasa. Berbagai macam services ada yg “ada dari sananya”, ada pula bawaan
program yg kita instal. Nah, beberapa service yang jarang dipakai oleh pengguna
umum misalnya Tablet PC Input Service yg dipakai untuk Tablet PC yg memiliki
layar sentuh. Buat apa service ini aktif di PC yg tidak merespons sentuhan di
layar?
Berikut ini adalah beberapa service yg bisa dimatikan di Windows 7 :
“Application Experience”, “Computer Browser”, “Error Reporting Service”,
“Desktop Window Manager Session Manager”, “Diagnostic Policy Service”, “IP
Helper”, “Offline Files”, “Portable Device Enumerator Service”, “Print
Spooler”, “Distributed Link Tracking Client”, “Protected
Storage”, ”Secondary Logon”, “Themes” (menghilangkan themes), “Server”
(jika kamu tidak koneksi jaringan), “Tablet PC Input Service”, “TPC/IP
NetBIOS Helper”, “Windows Media Center Service Launcher”, “Remote Registry”,
“Windows Time”, “Windows Security Center”, “Windows updates”, “Windows firewall”
(jika kamu punya software antivirus/firewall yang diinstal).
Bagaimana mematikan services? Gampang!
[1] Klik tombol
“Start” lalu ketik
“Services”.
Pencet
“Enter”.

[2] Klik kanan pada service yg mau dimatikan, lalu klik
“Properties”.
Agar services tidak selalu dijalankan pada saat Windows dinyalakan, klik
“Disable”.
Kalau kamu hanya ingin mematikannya sekarang saja, pilih
“Stop”.
Klik
“OK”.

5. Geek Tak Perlu Aero
Kalau Sahabat tidak memperhatikan tampilan yg ‘eye cathing’ dan mengutamakan
kecepatan, Sahabat perlu mempertimbangkan untuk tidak menggunakan Aero Themes.
Tahu kan
kalau Aero itu lebih berfungsi untuk mempercantik tampilan ketimbang menunjang
kecepatan kerja?
Aero Themes yg aktif membuat VGA bekerja. Akibatnya resource komputer dipakai
cuma untuk tampilan, bukan untuk pekerjaan sesungguhnya. Nonaktifnya Aero
Themes dapat meningkatkan kinerja komputer.
Cara mematikannya klik kanan pada desktop kemudian klik
“Personalize”.
Selanjutnya, pilih
“Windows 7 Basic”. Tutup jendela
Personalization.
6. Dilarang Mengintip
Aero Peek memungkinkan kita ‘mengintip’ desktop atau mengakses gadget yg ada di
sidebar ketika banyak jendela program dibuka. Kita tinggal memencet tombol
“Win
+ Spasi” agar jendela program yg sedang terbuka jadi transparan.
Aero Peek pada Windows 7 dapat dimatikan dengan cara klik kanan pada taskbar
kemudian klik
“Properties” pada tab Taskbar. Hilangkan tanda
centang pada
“Use Aero Peek to preview desktop”.
7. Tak Perlu Aero Snap
Aero Snap adalah fitur baru pada windows 7. Aero Snap bikin kita menarik, alias
‘drag and drop’, jendela ke samping kiri agar jendela tersebut akan menjadi
rata kiri dengan ukuran pas setengah layar. Jika kamu merasa fitur itu tak
penting, nonaktifkan saja.
[1] Klik tombol
“Start” lalu klik
“Control Panel”.
Klik
“Ease of access” klik lagi
“Ease of
access center”. Setelah itu, klik “
Make the mouse easier
to use”.

[2] Muncul jendela baru. Beri centang pada
“Prevent windows from being
automatically arranged when moved to the edge of the screen”.

8. Tak Usah Bergetar
Dengan hanya menggoyangkan satu jendela yg aktif, jendela yg lain akan
di-minimize secara otomatis. Fitur tersebut dinamakan Aero Shake. Untuk
meningkatkan kinerja, kamu bisa menonaktifkannya.
[1] Buka Group Policy Editor dengan mengetikkan
“gpedit.msc” setelah
klik tombol
“Start”. Pencet Enter.
[2] Muncul halaman Local Group Policy Editor. Masuk ke
“User
Configurarion > Administrative template > Desktop”. Klik ganda
pada
“Turn off Aero Shake windows minimizing mouse gesture” lalu
pilih
“Enable” dan klik
“OK”.
9. Singkirkan Gadget Boros Memori
Setiap gadget yg Sahabat pasang di desktop, tepatnya di sidebar, butuh memori.
Semakin banyak gadget yg dipasang, semakin besar memori yang dipakai. Itu
jelas! Akhirnya kerja komputer menurun.
Untuk menonaktifkan gadget pada Windows 7, klik
“Start > Control
Panel”. Klik
“Programs”, kemudian klik
“Turn
Windows features on or off”. Hilangkan tanda centang pada
“Windows
Gadget Platform”. Klik
“OK”.
10. Efek-Efek Tak Penting
Ada banyak efek
visual yg ada di Windows 7. Itulah salah satu faktor utama yg mempengaruhi
kinerja komputer. Kalau Sahabat benar-benar peduli pada kinerja komputer yg
cepat, seharusnya Sahabat menonaktifkan visual efek tersebut.
Di Windows Explorer, klik kanan pada
“Computer”. Klik
“Properties”
kemudian klik
“Advance system Setting” pada bagian
Performance. Klik tombol
“Setting” sehingga muncul jendela
Performance Options. Klik
“Adjust for best performance”, lalu klik
“OK”. Tapi biasanya penulis menyisakan 2 dibagian akhir, agar
tampilan masih tetap ‘kinclong’.
11. Kalau Komputer Dipakai Sendiri…
Karena User Account Control, ketika Sahabat instal aplikasi, selalu
muncul jendela pop-up. UAC, demikian singkatan User Account Control,
dibuat demi keamanan untuk mengurangi penyebaran program jahat.
Seperti aplikasi keamanan lainnya, UAC menurunkan kenyamanan pengguna. Untuk
menonaktifkan UAC, klik
“Start > Control Panel”. Klik
“User
Account and Family Safety”, lalu klik
“User Account”. Setelah
itu, klik
“Change User Account Control Setting” sehingga
muncul kota
User Account Control settings. Pilih
“Never notify” atau geser
kotak ke bawah. Klik
“OK”.
12. Menonaktifkan Windows Welcome Screen
Windows Welcome Screen yg berada dalam keadaan nonaktif membuat proses startup
menjadi lebih singkat dan performa Windows pun menjadi lebih baik.
[1] Klik tombol
“Start” lalu ketik
“msconfig” lalu
tekan
“Enter” pada keyboard.
[2] Bukalah tab
“Boot” pada kotak dialog System Configuration.
Lalu aktifkan opsi
“No GUI Boot” selanjutnya klik
“OK”.

13. Rapikan Hard Disk
Ketika Sahabat menyimpan file pada komputer sebenarnya file-file tersebut tidak
disimpan di dalam hard disk secara berurutan. File itu tersebar acak-acakan
dalam hard disk. Akses ke file pun jadi lama.
Masalah itu bisa diatasi dengan merapikan file. Kalau file rapi, sistem operasi
bisa mengaksesnya dengan cepat. Kita butuh program Disk Defragment untuk
merapikan hard disk.
Klik
“Start > All Program > Accessories > System tools >
Disk Defragment” untuk menjalankan Disk Defragmenter. Pilih salah satu
drive lalu klik
“Defragment Disk”.
Ada sebuah
kelebihan Disk Defragmenter milik Windows 7, yakni Sahabat bisa men-defrag
semua disk secara bersamaan. Defrag juga bisa jalan di latar belakang alias
background.
14. Hamburkan Baterai Supaya Bertenaga
Secara standar, Windows 7 diatur agar kinerjanya baik tapi tidak menghamburkan
baterai notebook. Seimbang (baca:balance), begitu pengaturan di Power Plan.
Tapi, kalau Sahabat tidak punya masalah dengan baterai notebook karena Windows
7 diinstal ke desktop, Sahabat bisa atur agar Windows 7 menggunakan hardware
secara maksimal. Dengan kata lain, kita bisa mengubah Power Plan ke
“High
Performance”.
Klik
“Start > Control Panel”. Klik
“Hardware and
Sound” lalu klik pada
“Power Options”. Pilih
“High
Performance”.

15.
Optimalkan Hard Disk
Apakah kamu pernah mengalami kasus seperti berikut ini? Drive C Sahabat pernah
tiba-tiba hanya tersisa beberapa megabyte lagi, padahal sehari sebelumnya,
Sahabat yakin nyaris 100 persen kalau drive C masih ada lebih dari 1 GB.
Setelah itu, Sahabat merasa komputer semakin lelet.
Salah satu kambing hitam leletnya komputer, ya sisa kapasitas drive C yg
pas-pasan. Nah, salah satu penyebab kapasitas drive C berkurang adalah
penggunaan drive C untuk System Restore. Triknya, hapus poin System Restore yg
sudah kadaluwarsa alias sudah terlalu lama.
Cara lain adalah mengatur jumlah hard disk yg dipakai untuk System Restore agar
kita tak perlu berulang kali menghapus poin System Restore. Masuk ke
Windows
Explorer. Klik kanan pada
“Computer”, kemudian klik
“Properties”. Klik
tab
“System Protection” . Ada tombol
“Configure” pada
bagian Disk Space Usage! Klik disitu.
Atur kapasitas hard disk yg hendak digunakan. Jangan terlalu besar, 15 persen
dari sisa kapasitas cukuplah. Kamu boleh juga sih menonaktifkan System Restore.
Tapi, tanggung sendiri akibatnya kalau suatu saat nanti Windows error.
Kalau mau menghapus poin System Restore, tekan
“Delete”.

2. Mengaktifkan Write Caching
Dengan mengaktifkan opsi ini, Windows 7 tidak akan menerapkan perubahan data
pada disk hingga sistem berada dalam keadaan tidak aktif atau ‘idle’ sehingga
performa komputer pun meningkat.
[1] Untuk mengaktifkan, masuk ke
Windows Explorer. Klik
kanan pada
“Computer”, kemudian klik
“Properties”. Klik
tab
“Device Manager” . Ada tombol
“Configure”
pada bagian Disk Space Usage! Klik disitu.
[2] Pada jendela Device Manager yg muncul, bukalah cabang
“Disk
Drives”. Lantas klik ganda pada nama hardisk Sahabat.

[3] Selanjutnya, bukalah tab
“Policies” pada kotak dialog
Device Properties yg muncul. Lantas aktifkan opsi
“Enable Caching on
the Device”. Jika sudah klik tombol
“OK”.

3. Menonaktifkan Content Indexing
Indexer merupakan sebuah proses yg dijalankan oleh Windows 7 yg bertujuan untuk
melakukan index isi sebuah drive ketika Sahabat menambahkan atau mengurangi
data. Proses ini akan mempermudah dan mempercepat proses pencarian data. Namun
untuk meningkatkan performa komputer sebaiknya non aktifkan opsi ini pada drive
yg tidak sering digunakan untuk melakukan pencarian data.
[1] Pertama buka
“Windows Explorer” kemudian klik kanan pada
drive yg akan dinonaktifkan misal
drive C lalu pilihlah
“Properties”.
[2] Pada kotak dialog Properties yg muncul bukalah tab
“General”. Lantas
nonaktifkan opsi
“Allow files on this drive to have contents indexed in
addition to file properties”. Jika sudah klik tombol
“Apply” dan
lanjutkan dengan memilih tombol
“OK”.

4. Konversi Hard Disk FAT 16 dan FAT 32 ke NTFS
Jika dibandingkan dengan file sistem versi sebelumnya yakni
File Allocation
Table (FAT), maka NTFS memiliki beberapa penyempurnaan. NTFS memiliki
performa dan keamanan data yg lebih baik karena menyediakan performa dan
keamanan data yg lebih baik karena menyediakan fasilitas File and Folder
Permission, Encryption dan File Compression.
Jika Sahabat memiliki hardisk dengan file sistem FAT16 atau FAT32, maka Sahabat
bisa melakukan konversi yg telah tersedia. Nantinya, jika Sahabat telah melakukan
konversi hardisk ke file sistem NTFS, Sahabat tidak bisa melakukan konversi
lagi ke file sistem semula. Jika Sahabat ingin menggunakan file sistem FAT
lagi, Sahabat harus melakukan format ulang pada partisi hardisk yg bisa
mengakibatkan data terhapus.
Selain itu, beberapa versi Windows sebelumnya tidak bisa membaca data yg
tersimpan pada harddisk yg memiliki file sistem NTFS. Karena itu jika Sahabat
masih membutuhkan versi Windows sebelumnya, maka Sahabat tidak perlu melakukan
konversi ke NTFS.
Jika Sahabat telah yakin untuk melakukan konversi, ikutilah langkah-langkah
berikut:
[1] Pertama, tutuplah dahulu semua program yg dijalankan pada hardisk yg hendak
di konversi. Selain itu, lakukan backup data terlebih dahulu sebelum melakukan
konversi guna menghindari hal-hal yg tidak diinginkan walaupun proses konversi
ini tidak mempengaruhi dta yg terdapat dalam harddisk.
[2] Klik tombol
“Start > All Program > Accessories”.
[3] Kemudian klik kanan mouse pada opsi
“Command Prompt” dan
pilihlah opsi
“Run as Administrator” yg muncul.

[4] Jika diminta password administrator, masukkanlah password tersebut apda
kotak dialog yg muncul.
[5] Pada jendela Command Prompt yg muncul ketik
“convert nama drive:
/fs:ntfs”. Isikan nama drive dengan huruf yg tertera pada drive yg
akan dikonversi. Misal,
“convert D: /fs:ntfs”. Perintah ini
berarti bahwa drive D akan dikonversikan ke dalam format NTFS.

[6] Sesudah itu tekan tombol
“Enter”.
[7] Nantikan beberapa saat hingga proses konversi selesai dilakukan. Jika
proses ini telah selesai, Sahabat akan memperoleh keterangan pada jendela
Command Prompt.
[8] Untuk memeriksa file harddisk yg telah berhasil
dikonversi, maka bukalah “Windows Explorer” dan klik kanan
pada drive yg dikonversi tadi lalu pilih “Properties”. Sahabat
akan mendapati file sistem yg telah berubah.
16. Tambah Memori
dengan Flasdisk
Biar komputer makin ‘kencang’, biasanya orang bisa menambah RAM alias memori.
Tapi, ada beberapa kasus yang bikin orang tidak bisa upgrade memori. Contohnya:
bokek

, slot memori di motherboard sudah
habis, atau enggak bisa bongkar casing. Nah, buat orang-orang yang begitu, ada
sebuah cara, yaitu ReadyBoost.
ReadyBoost adalah sebuah fitur pada Windows 7 yang dapat digunakan untuk
menambah kapasitas RAM. Fitur ini pertama kali muncul di Windows Vista. Dengan
ReadyBoost, kita bisa membuat sebuah USB flash disk menambah kapasitas memori
komputer. Eh, bukan cuma USB flash disk saja, kartu memori pun bisa.
ReadyBoost bisa dilakukan dengan instan. Kalau Sahabat kebetulan sudah punya
USB flash disk, Sahabat punya kesempatan menambah memori. Masalahnya tidak
semua USB flash disk atau kartu memori bisa digunakan untuk ReadyBoost.
USB flash disk atau kartu memori itu wajib memiliki kapasitas lebih besar dari
256MB. Gampanglah syarat itu mah. Kapasitas terminim USB flash disk yang di
jual sekarang ini rasanya 1GB. Nah, supaya bisa dipakai buat ReadyBoost, sisa
kapasitas yang tersedia harus lebih besar dari 256MB.
Syarat lainnya adalah USB flash disk harus diformat dengan sistem file NTFS,
FAT16, FAT32, dan exFAT. Sistem file yang disebut paling akhir itu baru
didukung di Windows 7. Masih ada syarat lain, yaitu flash disk harus punya
kecepatan akses tidak tidak lebih dari 1 milidetik dan kecepatan bacanya
minimal 2,5MB per detik. Buruan lihat spesifikasi flash disk pas beli buat tahu
hal ini.
Di Windows 7, kemampuan ReadyBoost ditambah. ReadyBoost di Windows Vista hanya
mendukung 1 flash disk. Di Windows 7, kita bisa pakai sampai 8 flash disk!
Kapasitas maksimal yang bisa kita capai adalah 256. Mantep kan?
Setting di Windows 7
Pengaturan ReadyBoost pada Windows 7 sangat mudah. Berikut ini langkah-langkah
untuk mengaktifkan ReadyBoost.
[1] Buka
“Windows Explorer” dengan menekan tombol
“Win
+ E”.
[2] Tancapkan flash disk ke komputer, lalu klik kanan pada drive flash disk,
klik
“Properties”.
[3] Setelah masuk ke kotak Properties, masuk ke tab
“ReadyBoost”. Aktifkan
“Use this device” kemudian atur besar kapasitas yang akan
digunakan. Pada contoh kapasitas yang akan digunakan sebagai memori tambahan
adalah 871MB. Klik
“OK”.

Oh iya, kotak ini tampil beda kalau flash disk yang dicolok tidak mendukung.
Kotak yang muncul berisi tulisan
“This device cannot be used for
ReadyBoost” – jelas banget keterangannya.
[4] Jika ReadyBoost sudah aktif, maka muncul file bernama ReadyBoost dalam
flash disk. Ukuran file-nya sama kapasitas yang tadi sudah kita atur. Kita
cukup sekali saja mengaktifkan ReadyBoost pada sebuah flash disk. Tak perlu
setiap mencolok flas disk. Tapi ada syaratnya. Yakni, jangan sampai file
ReadyBoost terhapus.
17.
Optimalisasi Aplikasi-Aplikasi Program
Opsi-opsi yang dapat diatur untuk mengoptimalkan aplikasi-aplikasi Windows
adalah seperti prioritas program pada Task Manager, aplikasi yang sedang
diluncurkan pada desktop, dan efek visual yang tidak jarang turut mempengaruhi
waktu loading software.
Namun, hal utama yang perlu menjadi perhatian ketika merasakan kinerja Windows
Sahabat menurun adalah standar minimum spesifikasi hardware komputer yang
Sahabat gunakan. Jangan lupa untuk memastikan kapasitas memori yang terpasang
pada komputer tidak kurang dari 1GB atau 1024GB. Jika demikian, ada baiknya
jika upgrade memori dilakukan agar performa Windows dan komputer Sahabat
menjadi lebih baik.
Untuk lebih memahami tentang teknik-teknik optimalisasi aplikasi, ikuti langkah
berikut:
1. Mengatur Prioritas Program di Task Manager
Task Manager juga dapat digunakan untuk mengatur prioritas program sehingga
sebuah program memperoleh prioritas lebih banyak dari pada program lainnya. Nah
untuk mengatur prioritas sebuah program, lakukan langkah singkat berikut:
[1] Klik kanan pada
“Taskbar” yang kosong, lalu pilih
“Start
Task Manager”.

[2] Pada jendela Task Manager, pilihlah salah satu program yang hendak
diprioritaskan.
[3] Setelah itu klik tombol kanan mouse pada program tersebut dan pilihlah opsi
“Priority”. Lalu pilihlah opsi
“High” untuk
menempatkan program tersebut sebagai program yang menjadi prioritas utama.

[4] Selanjutnya klik tombol
“Change Priority” pada kotak
dialog yang muncul untuk menerapkan perubahan tersebut. Dengan langkah
sederhana ini, cukup dapat meningkatkan kinerja aplikasi.
2. Mengatur Performa Terbaik untuk Program
Windows 7 juga menyediakan pengaturan untuk memaksimalkan performa
program-program yang dijalankan pada komputer Sahabat. Berikut ini pengaturan
performa terbaik untuk program yang digunakan:
[1] Masuklah ke jendela Control Panel. Lalu pilihlah opsi
“System and
Security”.
[2] Lantas pilihlah opsi
“System”.
[3] Pada jendela System yang muncul, pilihlah opsi
“Advanced System
Setting” yang terdapat disisi kiri.
[4] Kemudian bukalah tab
“Advanced” pada kotak dialog System
Properties yang muncul dan pilihlah tombol
“Settings” di
bagian
“Performance”.

[5] Bukalah tab
“Advanced” pada kotak dialog Performance
Options. Lantas pilihlah opsi
“Programs” di bagian
“Adjust for Best Performance of”.

[6] Jika sudah pilihlah tombol
“Apply” dan lanjutkan dengan
memilih tombol
“OK”.
3. Mengatur Visual Effect untuk Optimalisasi Program.
Dengan cara ini dipastikan kinerja akan lebih cepat, dikarenakan tidak menggunakan
efek visual yang akan memberatkan kinerja komputer.
Cara ini sudah penulis tulis pada
20 cara terbaik
tweaking windows 7.
4. Menambah RAM
Selain dengan menambah ukuran Virtual Memori, Memory Low juga bisa dihindari
dengan cara menambahkan RAM. Menurut penulis ini merupakan cara paling mudah
dan efisien.

dan dijamin kinerja komputer pasti
tambah kenceng. Untuk itu carilah informasi mengenai tipe RAM yang Sahabat
gunakan pada komputer. Informasi ini bisa diperoleh dari komputer atau dari perusahaan
yang menjual komputer tersebut. Berbekal informasi tersebut, selanjutnya
Sahabat bisa menambahkan RAM dari tipe yang sejenis.
18. Yakin Tak Perlu Fitur Pencarian
Ada Fitur pembuatan indeks di Windows 7. Indeks dibuat untuk mempercepat proses
pencarian. Proses Indeks bekerja dengan melakukan scan pada semua file dan
folder, kemudian informasi yg didapat dicatat pada sebuah tabel.
Ketika pengguna komputer mencari file, Windows tidak mencarinya secara langsung
di dalam hard disk, tapi cukup mencari di tabel. Makanya, pencarian jadi lauh
lebih cepat.
Tapi, upaya bikin tabel itu yg berat. Pembuatan indeks berjalan pada background
dan butuh hardware komputer untuk melakukannya. Niscaya, dengan menonaktifkan
pembuatan indeks, komputer akan lebih baik dalam bekerja.
Pencarian jadi bagaimana? jadi lebih lambat, tapi Sahabat tetap bisa mencari
file dengan cara lama – cara Windows XP.
Caranya: Ketik
“services.msc” setelah tombol
“Start”. Pada
Services yg muncul, klik 2 kali pada
“Windows Search”. Ubah
“Startup
Type” ke
“Disable” dan klik
“Stop” untuk
menonaktifkan service-nya. Terakhir, klik
“OK”.

19. Browser Ringan, Komputer Cepat
Setiap add on yg Sahabat tambahkan pada browser membebani komputer. Soalnya,
add-on juga butuh memori buat bekerja. Kalau tidak percaya, coba jalankan
browser dengan banyak add-on. Kemudian, coba periksa kapasitas memori yg sedang
dipakai di Task Manager.
Selain butuh memori, add-on browser juga bisa membuat koneksi internet
melambat. Maklumlah, karena beberapa add-on butuh koneksi internet
terus-menerus. Add-on pada Firefox bisadihapus dari menu
“Tools >
Add on”. Klik pada add-on yg tidak terpakai, klik
“Uninstall”.

20.
Optimalisasi Virtual Memori
Pada sebuah komputer terdapat dua tipe memori yakni
Random Access Memory (RAM)
dan Virtual Memory. Setiap program pada komputer menggunakan RAM. Tetapi saat
RAM tidak cukup untuk beberapa program yang sedang dijalankan., maka Windows
akan memindahkan informasi yang seharusnya disimpan pada RAM ke file hardisk.
File penyimpanan sementara ini disebut Paging File atau yang biasa disebut juga
sebagai Virtual Memory. Dengan memindahkan informasi ke dalam Paging File ini,
maka RAM menjadi lebih kuat untuk digunakan menjalankan program dengan baik.
Jika RAM dan Virtual Memory sama-sama lemah, maka akan muncul keadaan Low
Memory. Keadaan Low Memory ini dipicu oleh beberapa program yang dijalankan
secara bersamaan atau ketika sebuah program melepaskan memori yang tidak
dibutuhkannya lagi
(Memory Overuse atau
Memory Leak). Berdasarkan
gambaran kondisi ini menunjukan Sahabat perlu melakukan langkah-langkah
optimalisasi Virtual memory.
1. Menambah Ukuran Virtual Memory atau Paging File
Keadaan Low Memory ditandai dengan munculnya peringatan Low Memory dari Windows
atau tampilan menu-menu yang tidak memberikan respon ketika Sahabat memilih
menu tersebut. Menu-menu tersebut terkadang menghilang sehingga muncul area
kosong berwarna putih.
Dalam keadaan ini Windows secara otomatis akan meningkatkan ukuran Virtual
Memory. Namun Sahabat pun bisa menambah ukuran Virtual Memory sendiri sesuai
dengan kebutuhan. Caranya sebagai berikut:
[1] Masuklah terlebih dahulu ke
“Control Panel > System and Security
> System”.
[2] Pada jendela System yang muncul, pilihlah opsi
“Advanced System
Settings” yang terdapat disisi kiri jendela.
[3] Lanjutkan dengan memilih tombol
“Settings” di bagian
“Performance”
pada kotak dialog System Properties yang muncul.

[4] Pada kotak dialog Performance Options yang muncul, bukalah tab
“Advanced”.
Kemudian klik tombol
“Change” di bagian
“Virtual
Memory”.

[5] Lantas lakukanlah pengaturan berikut ini pada kotak dialog Virtual Memory
yang muncul:
- Nonaktifkan opsi
“Automatically Manage Paging File Size for All Drives” sehingga
tidak tercentang.
- Pada bagian “Drive
(Volume Label)”, pilihlah salah satu Drive yang ukuran Paging
File-nya hendak ditingkatkan.
- Pilih opsi “Custom
Size”.
- Di kolom “Initial
size” atau “Maximum Size” isikan nilai yang
menunjukan ukuran baru Paging File.

[6] Sesudah itu pilihlah tombol
“Set” dan lanjutkan dengan
memilih tombol
“OK”.
Komputer membaca informasi pada RAM lebih cepat daripada di Paging File yang
terdapat di dalam harddisk. Karena itu hindari menambah ukuran Virtual Memory
secara berlebihan sebab hal ini bisa memperlambat kerja sebuah program.
Proses penambahan ukuran Paging File biasanya tidak diperlukan proses Restart.
Tetapi jika Sahabat ingin menurunkan ukuran Paging File, maka perlu dilakukan
Restart pada komputer. Selain itu, sebaiknya Sahabat tidak menonaktifkan Paging
File ini ataupun menghapusnya.
2. Mencermati Program yang Menggunakan Memory Berlebihan atau Overuses
Memory
Selain dengan meningkatkan ukuran Virtual Memory atau Paging File, Memory Low
juga bisa hentikan dengan mencermati program yang mengalami Memory Overuse atau
Memory Leak. Nantinya jika Sahabat menemukan program yang mengalami Memory
Overuse atau Memory Leak, maka Sahabat bisa segera menutup program tersebut
sehingga keadaan Memory Low bisa dihentikan.
Untuk melihat program yang menggunakan memori paling banyak, ikutilah langkah
singkat di bawah ini:
[1] Munculkan jendela Task Manager dengan menekan tombol
“CTRL + Shift
+ Esc”. Atau klik tombol kanan mouse pada area Taskbar yang kosong dan
pilihlah opsi
“Start Task Manager”.
[2] Kemudian bukalah tab
“Process” pada jendela Task Manager
yang muncul. Lantas klik
“Memory (Private Working Set)” agar
nama-nama program diurutkan mulai dari program yang menggunakan memori
terbesar.

Sementara itu untuk memperbaiki kondisi Overuses Memory pada sebuah program,
maka cobalah untuk mencari Update program tersebut atau hubungi penyedia
software untuk mencari informasi lebih lanjut.